Kamis, 01 November 2012

bagaimana retret terbimbing itu?



BEBERAPA CATATAN TENTANG
RETRET 8 HARI DENGAN BIMBINGAN PRIBADI

Mungkin di antara Anda ada yang baru pertama kali mengikuti retret 8 hari dengan bimbingan pribadi Maka baiklah ada beberapa penjelasan secukupnya bagi Anda semua.
1.     Retret ini hendaknya pertama-tama merupakan suatu pengalaman doa yang intensif, suatu pertemuan dengan Tuhan.Juga merupakan saat rileks, saat berlibur bersama Tuhan.
2.     Kecuali perayaan ekaristi (pkl 18.15) dan makan bersama, tidak ada acara bersama selama retret ini.
3.     Setiap peserta dibimbing secara pribadi oleh seorang pendamping retret. Sekali sehari Anda bertemu dengan Pendamping retret untuk "wawancara" kurang lebih 45 menit. Pada akhir wawancara Anda akan menerima bahan meditasi/kontemplasi untuk hari berikutnya.
4.     Anda membuat acara harian sendiri, dengan menentukan waktu untuk meditasi/kontemplasi, refleksi dan istirahat/relaks.

BEBERAPA SYARAT AGAR ANDA DAPAT MENGAMBIL MANFAAT RETRET INI
>      Istirahat cukup sebelum memulai retret ini. Kondisi badan yang relaks akan sangat membantu dalam proses dinamika retret ini. Sangat membantu jika Anda ‘slow down’.
>      Jika Anda merasa bingung, atau kacau karena problem atau kesulitan emosional yang memustahilkan suasana doa dan konsentrasi, maka sangat dianjurkan agar semua ini dibicarakan dan "dibereskan" (sejauh mungkin sebelumnya).
>      Mulailah retret ini dengan suatu keinginan dan hasrat untuk berdoa dengan sungguh-sungguh dan intensif. Suatu keinginan "to be alone with God", kesediaan untuk mendengarkan apa yang Tuhan ingin katakan kepada Anda dan tentang Anda, sekarang di sini.
>      Kesediaan untuk membuka diri terhadap Pembimbing, untuk mau dikenal oleh Pembimbing. Peran pembimbing seperti seorang ‘mak comblang’ yang membantu Anda untuk makin akrab dengan Tuhan.

Pendek kata:

Mulailah retret ini dengan keinginan jujur untuk membuka diri akan Sabda Tuhan dan inisiatifNya. Kesanggupan untuk menjawab Tuhan dengan hati bebas. Jangan mau menentukan sebelumnya apakah yang dikehendaki Anda sebagai buah konkret dari retret ini. Biarlah Tuhan sendiri yang menjelaskan kepada Anda dalam retret ini. Satu-satunya pengharapan dan kerinduan hati Anda adalah: "menyerahkan diri seutuhnya kepada Tuhan, agar dalam segala-galanya la akan membalas kecintaan Anda kepada Tuhan.”

TENTANG RETRET TERBIMBING 8 HARI
•       Semoga retret ini dipandang dan dialami bagi Anda sebagai suatu waktu istirahat dalam perjalanan Anda menuju Bapa. Kadang-kadang manusia membutuhkan waktu tenang untuk merefleksikan serta menyelami misteri kehidupannya. Sebagai seorang kristen Anda amat perlu, sekali-sekali meninjau kembali serta memperdalam cita-cita hidupnya dan relasi Anda dengan Kristus.
•       Retret ini pertama-tama merupakan suatu masa doa yang tenang yang cukup lama dan cukup intensif. Itu tidak berarti bahwa selama proses retret ini akan selalu lancar dan penuh semangat. Konsolasi dan desolasi akan datang silih berganti. Mungkin saat tertentu rasanya sia-sia macet dan tak berguna. Tidak jarang justru saat-saat seperti itu merupakan suatu awal proses pertumbuhan yang tak terduga.
Justru Anda dibimbing secara pribadi, maka retret ini dapat membawa Anda ke arah pertemuan yang lebih personal dengan Tuhan. Dengan berusaha membuka diri akan Tuhan dan sabda-Nya, dan sekaligus membuka diri akan seorang pembimbing, maka Anda boleh berharap akan semakin mengenal Tuhan bagi Anda, dan dalam cahaya inilah Anda akan semakin mengenali diri Anda sendiri. Serta "menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tkun. Kita melakukannya dengan mata tertuju kepada Yesus yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman, dan yang membawa iman kita kepada kesempurnaan" (Ibr. 12: 1 - 2)

Struktur "latihan rohani" bertujuan membawa kita ke arah kebebasan rohani sejati. Tujuan itu dicapai dengan mengatur hidup kita begitu rupa sehingga tak ada keputusan atau pilihan diambil dibawah pengaruh rasa lekat atau cinta yang tak teratur.
Apa yang telah dimulai dalam diri Anda sampai sekarang ini tentu tidak selesai pada hari terakhir retret ini.
Retret merupakan "benih", jangan Anda beranggapan bahwa segalanya akan beres sesudah retret ini. Rahmat yang dilimpahkan Tuhan kepada Anda dalam retret ini mungkin merupakan awal dalam suatu proses yang tidak pernah akan selesai.

ACARA HARIAN

Anda yang menyusun acara harian selama retret ini. Agar meditasi/kontemplasi refleksi-refleksi, istirahat (relaks) betul-betul cocok dengan kebutuhan dan irama hidup Anda.
Maksud acara harian, adalah untuk menciptakan suasana tenang, suasana doa, dan suasana relaks yang semuanya diperlukan agar Anda dapat "sendirian dengan Tuhan" selama hari-hari retret ini, dan supaya Anda semakin peka akan Tuhan dan bisikan/karya Roh Kudus.

Dalam menyusun acara harian baiklah diperhatikan:
     Setiap hari ada 4 kali meditadi/komtemplasi. Dan setiap meditasi/kontemplasi selama satu jam penuh. Dianjurkan agar pembagian waktu meditasi/kontemplasi cukup merata; beri selang waktu yang cukup antar doa satu dan berikutnya. Peganglah teguh waktu-waktu yang telah Anda tentukan itu.
     Sesudah setiap meditasi/kontemplasi ada saat refleksi, dan membuat catatan yang perlu.
❖     Dianjurkan pada awal retret acara harian anda dibicarakan sebentar dengan pembimbing Anda. Jika dalam retret merasa perlu mengubah acara harian, baiklah kalau diberitahukan kepada pembimbing Anda.
Untuk menciptakan suasana tenang dan refleksif, maka keheningan mutlak perlu, jangan tawar-menawar dalam hal keheningan. Anda akan sangat membantu teman-teman lainnya, bila Anda sendiri melaksanakan silentium dengan saksama.
Jangan membicarakan dengan teman-teman bahan atau bimbingan yang diberikan oleh Pembimbing Anda. Kalau Anda buat akan hal ini, maka seluruh proses retret  akan mudah merosot menjadi perkara manusiawi belaka.
Istirahat dan waktu-waktu relaks merupakan salah satu unsur hakiki dari seluruh proses retret ini: "selingan" sehat dan harmonis antara meditasi dan kontemplasi- refleksi dan relaks itu cukup penting.

REKREASI/RELAKSASI YANG DIANJURKAN

Berjalan-jalan cukup lama setiap hari, di dalam atau di luar kebun, tanpa 'memikirkan apa-apa', hanya menikmati keindahan alam, dll. Biarkanlah semuanya yang Anda lihat atau jumpai 'berbicara' tentang Tuhan (misalnya: bunga, burung, gunung, langit dll).
Hobby, pekerjaan tangan, mengarang, melukis, membuat puisi, membuat lagu dll.
Olahraga: jogging, jalan kaki, senam.



REKREASI YANG KURANG COCOK
1.     Membaca buku-buku, roman, majalah, surat kabar dll.
2.      Bahan bacaan rohani yang sekiranya Anda perlukan, mintalah kepada Pembimbing Anda.
3.     Surat menyurat yang tidak perlu, sms, internet, telpon/HP.
4.     Mempelajari bahan-bahan kursus, dll.

BEBERAPA PETUNJUK PRAKTIS MENGENAI MEDITASI/ KONTEMPLASI
Dalam retret ini Anda diharapkan bermeditasi/berkontemplasi empat kali sehari, dan setiap meditasi/kontemplasi selama satu jam penuh.(atau meditasi ke 5 - pengendapan)
Jika Anda merasa digodai untuk memperpendek saja waktu doa satu jam utuh, hendaklah Anda memperpanjang waktu doa dengan menambah beberapa menit.
Bila waktu-waktu doa, renungan dialami sebagai hiburan dan kegembiraan, dapat juga timbul godaan untuk memperpanjang waktu doa, dengan akibat bahwa pengikut retret lebih mencari konsolasi-konsolasi dari Tuhan daripada mencari Tuhan sendiri.
Kalau demikian kepatuhan pada satu jam untuk dapat merupakan jaminan, agar Anda jangan secara halus mencari diri sendiri dalam doa.
Bahan meditasi/kontemplasi akan diberikan oleh Pembimbing. Biasanya akan diambil dari Kitab Suci, sesuai dengan kebutuhan Anda sendiri. Jangan menentukan bahan doa sendiri!

PERSIAPAN MENTAL
1.     Tentukan sebelumnya tempat Anda akan bermeditasi/ berkontemplasi. Selama jam meditasi/kontemplasi jangan pindah-pindah tempat.
2.     Pada setiap permulaan renungan, anda membuat diri sadar akan apa yang akan Anda lakukan, sadar dihadirat Allah.
3.     Lalu ambil posisi badan (duduk dikursi, dingklik, yang kiranya paling cocok agar Anda dapat tenang, relaks tetapi tetap siaga. Bermeditasi/berkontemplasi sambil berjalan-jalan biasanya kurang cocok. Selama jam meditasi/ kontemplasi jangan ganti-ganti posisi duduk. Tetapi kalau merasa tertolong, posisi badan dapat diseleraskan dengan perasaan-perasaan yang timbul, selama waktu doa.
4.     Lalu berusaha menjadi tenang; menenangkan seluruh badan. Menjadi sadar akan pernafasan, akan perasaan dan reaksi badan. Amatilah/dengarkanlah salah satu 'bunyi/ suara' tertentu. Misalnya: kicau burung; bunyi-bunyi disekitar Anda, dll. Menatap salah satu obyek: misalnya: Gambar, bunga, lilin, gambar, salib dll. selama beberapa waktu.
5.     Menjadi sadar akan kehadiran Tuhan. Mintalah kepada Bapa agar Dia menyingkirkan dalam diri Anda segala apa saja yang dapat merintangi kontak atau persatuan dengan Tuhan. Mohonlah agar Allah menanamkan pemikiranNya dan rencanaNya dalam hati Anda. Jadilah sadar akan kehadiran dan karya Roh Kudus dalam diri Anda, mohonlah bimbingan dan bantuanNya. Mungkin teks: "Kehadiran Tuhan" (lih. Madah Bakti) atau salah satu mazmur dapat dipergunakan untuk lama kelamaan masuk ke dalam suasana tenang, damai, penuh konsentrasi.
6.     Mohon rahmat khusus: mohonlah rahmat khusus dari Tuhan dalam meditasi/kontemplasi ini. Misalnya: agar semakin mengenal Dia dan diri sendiri; Rahmat untuk semakin melihatdan menerima diri sendiri seperti apa adanya; Iman yang lebih besar, ketabahan hati dalam situasi yang sulit dll.
7.     Bacalah teks KS dengan perlahan-lahan: Berhentilah bila suatu teks/perkataan mengena di hati, tunggulah dengan sabar akan Tuhan, resapilah, nikmatilah perkataan ini......................................... Ulangilah... ajukan pertanyaan.... Apa yang ingin Kau katakan Tuhan? Ungkapkanlah reaksimu .... Tunggulah .... Jangan terlalu cepat mau mengetrapkan perkataan itu dalam hidup Anda .... Dengarkanlah dahulu! Jika merasa berguna, berilah garis/tandailah dibawah perkataan yang mengena itu. Meditasi/kontemplasi, bukan wawancara dari "otak ke otak", tetapi dari hati ke hati.

8.     Jangan tergesa-gesa: Jangan mengira teksnya harus direnungkan sampai "selesai" sangat dianjurkan agar dalam meditasi/ kontemplasi yang menyusul mengulangi sebentar teks-teks yang pernah menyentuh hati Anda, terutama bila teks tersebut pernah memberi rasa damai, atau pernah membingungkan, atau "menyakitkan" hati Anda.
9.     Jangan putus asa atau berkecil hati, bila teks seakan tidak berbicara sedikitpun. Kadang Tuhan membiarkan Anda mengalami kegersangan untuk mempertebal iman Anda, atau agar Anda semakin sadar bahwa misalnya konsolasi atau desolasi tidak melulu kuasa Anda sendiri. Dapat terjadi bahwa teks itu 'diam' saja, karena Anda tidak mau mendengarkan, sebab di dalamnya mungkin terungkap sesuatu tuntutan yang tidak Anda sukai, atau yang Anda takuti ... Biasanya Tuhan itu amat dekat jika terasa 'absen'. Nantikanlah Dia dengan sabar. Tuhan akan bersabda pada waktunya dan dengan caranya yang khas. Satu hal'lagi: janganlah Anda seakan-akan 'terbentur' pada kata-kata atau kalimat yang tidak jelas dalam teks. Jangan terlalu ambil pusing, bacalah terus saja.
10.  Doa penutup: Menjelang akhir meditasi/kontemplasi Anda" dapat bertanya: "Apa yang telah dikatakan Tuhan tentang diri-Nya sendiri dan tentang Anda, apa kehendakNya, dan jawaban apa kiranya diharapkan dari Anda. Itu dapat diungkapkan dalam bentuk doa (doa wawancara), sebagai penutup meditasi/kontemplasi
Sesudah meditasi/kontemplasi, pakailah waktu untuk refleksi.
Sesudah refleksi, Anda membuat catatan-catatan yang perlu.

BIMBINGAN SELAMA RETRET
Sekali sehari, selama kurang lebih 45 menit Anda akan bertemu dengan Pembimbing Anda. Ada kebiasaan dalam pertemuan ini dibuka dengan suatu doa singkat spontan, entah dari Anda sendiri atau dari Pembimbing. Doa ini menentukan suasana dalam mana wawancara akan berlangsung.
Yang terutama berbicara dalam wawancara adalah Anda sendiri. Wawancara bukan tanya jawab saja. Makin relaks dan makin biasa makin baik. Banyak orang merasa tertolong bila membawa catatan-catatan yang telah dibuat setelah meditasi/kontemplasi. Catatan ini misalnya mengenai: terang, rahmat yang diterima dll. Makin jujur dan sederhana dalam membuat catatan ini, semakin menolong Anda sendiri.
Yang penting dalam retret : menjadi sadar akan caranya Anda digerakkan dan dibimbing oleh Roh Kudus sendiri sekarang dan disini. Menjadi sadar pula ketidakbebasan yang terdapat dalam diri Anda. Pembimbing Retret - bahkan bila seorang imam, tidak perlu/tidak harus menjadi bapa pengakuan.
Ada bedanya antara sakramen rekonsiliasi dan bimbingan rohani. Tujuan retret bukan pertama-tama untuk mempersiapkan diri untuk menerima sakramen tobat. Sakramen rekonsiliasi ada tempatnya dalam retret ini. Silahkan minta pada pembimbing jika diperlukan. Meskipun begitu, usaha serius dari pihak pengikut untuk mengutarakan godaan-godaan dan perasaan-perasaan takut, konsolasi/desolasi, cahaya yang dianugerahkan Tuhan, gerak hati yang dialami dalam batinnya, justru itulah yang merupakan keuntungan utama dalam retret terbimbing ini. Pembimbing akan mendengarkan, kadang akan menerangkan, dan sedapat-dapatnya menyesuaikan proses perkembangan/dinamika retret Anda, selaras dengan cara pengikut dibimbing Tuhan, serta menjawab kepada Tuhan.
Tanpa keterbukaan itu antara pengikut retret dan pembimbing, retret tidak mungkin dapat disesuaikan dan diarahkan sedemikian rupa, sehingga pengikut retret akan bertumbuh maju. Percakapan dalam wawancara ini bersifat rahasia. Pembimbing akan dan harus menjaga kerahasiaan isi percakapan ini.
BAH AN WAWANCARA

Apa saja yang bisa misalnya sbg. Bahan wawancara
1.     Apa yang telah terjadi dan telah Anda alami dalam waktu doa (dan di luar jam doa), umpamanya: rasa gembira, takut, gelisah, damai, kacau, konsolasi, desolasi, kekosongan, kegersangan, terang, gelap, kehadiran Tuhan, atau 'absen' Tuhan, merasa diperkuat dalam iman, pengharapan, cinta kasih atau sebaliknya, merasa sedang 'dibebaskan' oleh Tuhan, atau merasa sangat tidak bebas karena suatu hal, daya tarik suatu panggilan yang rupanya berasal dari Tuhan,
2.     Cara Anda berdoa: bagaimana Anda telah melihat Anda sendiri dalam cahaya doa.
3.     Apa saja yang menghalangi kemajuan doa Anda: ke arah mana Anda didorong oleh Tuhan?. Apa saja yang dikatakan/dijelaskan Tuhan kepada Anda.
4.     Pertanyaan-pertanyaan, godaan-godaan, kesulitan-kesulitan yang timbul dan yang tetap mengacau waktu doa atau waktu di luar jam doa. Gangguan-gangguan dan pikiran-pikiran yang membuat Anda kacau. Malahan hal-hal yang kelihatan sepele, misalnya kesehatan Anda, lelah, bosan, mimpi-mimpi dll.
5.     Yang penting apa yang sungguh Anda rasakan, rindukan, pikirkan. Jangan memakai kedok sok suci. Jangan mengungkapkan perasaan atau keinginan yang tidak sesuai dengan kenyataan hati Anda. Jangan hanya mau menyenangkan Pembimbing, atau perasaan-perasaan yang seharusnya ada.
Semakin Pembimbing mengetahui apa yang telah terjadi dalam diri Anda, semakin dia dapat menolong Anda dengan misalnya mengusulkan bahan yang cocok, agar Anda semakin menjadi peka akan caranya Roh Kudus ingin membimbing Anda. Baru bila Pembimbing melihat siapakah Anda sebenarnya, siapakah Anda dalam mata Tuhan, makin Pembimbing dapat menolong Anda agar mengenal dan mencintai Pembimbing Sebenarnya yaitu ROH KUDUS sendiri.
Oleh karena Pembimbing sadar bahwa Roh Kuduslah Pembimbing Utama, maka Pembimbing tidak akan banyak bicara, tetapi akan mendengarkan dengan sebaik mungkin, ia tidak akan terlalu mengarahkan Anda, atau memaksakan gagasan-gagasannya sendiri kepada Anda.

HAL-HAL PRAKTIS

1.     Membangun Keheningan
a.      Tidak bertegur sapa, apalagi ngobrol dg sesama retretan dan karyawan, baik di gang, ruang makan atau tempat lain. Jika perlu bicara, bicara seperlunya. Jika ada sesama retretan mengajak ngobrol sebaiknya tidak dilayani. Diharap retretan sadar untuk apa mereka datang ke sini.
b.     Mematikan HP, kecuali jika ada yang urgen (anggota keluarga sedang kritis dll) – sangat dianjurkan jika anda akan merasa tergoda utk menggunakan HP, HP dititipkan pada pembimbing. Bisa pesan pada orang yg berkepentingan supaya SMS kepada pembimbing jika ada hal yang sungguh mendesak dan penting. Saat retret kita berhenti berdevosi pada ‘Santa Nokia’ dan memberikan seluruh waktu untukNya. Semakin kita murah hati, Tuhan juga akan lebih murah hati lagi.
2.     Tempat doa: selain kompleks novisiat, semua kapel dan tempat lain bisa dipakai untuk berdoa (lihat peta yang tersedia di kamar).
3.     Gaya hidup ekologis: gunakan listrik dan air dengan bijaksana, jika malam dan semua sudah di kamar mohon lampu gang dimatikan – di ruang makan tidak disediakan tissue tetapi diganti dengan lap mulut sesuai dengan nomor kamar – membuang sampah: tempat sampah MERAH untuk sampah daur ulang (botol, kaleng dll); tempat sampah BIRU untuk sampah lainnya.
4.     Jika perlu makanan khusus/diet, silahkan isi blanko di ruang makan dan serahkan ke dapur.
5.     Keuangan: sangat diharapkan dibereskan sebelum mulai retret – soal stipendium: jangan sampai membebani Anda,  kalau Anda ingin menyumbang untuk perawatan gedung, tentu akan kami terima dengan senang hati.

TERIMA KASIH SELAMAT MENJALANI RETRET

DOA KAMI PARA  PENDAMPING RETRET,
MENYERTAI ANDA SEMUA


poster program kursus / retret 2013





Kamis, 30 Agustus 2012

PROGRAM PUSPITA 2013



RETRET  “MID-LIFE”

Retret ini bertujuan  memahami gejala perubahan fisik dan mental yang menyertai tahun-2 peralihan 40-50. Materi retret ini mencakup krisis, gejala lari-mundur, mengenal diri, sikap  nrimo-sumeleh, kelahiran gambaran Allah yang baru. Sejumlah hikayat turut mengolah diri dan masuk ke dalam rahasia dan keasliannya. 



Untuk      : Imam, Religius dan Awam
Waktu      : 4 s.d. 10 Feb 2013 (6 hari)
Narasumber  : Wolfgang Bock Kastawa, S.J.


WORKSHOP MIMPI
Mimpi merupakan bahasa bawah sadar kita yang ingin membantu kita untuk tumbuh menjadi pribadi yg lebih utuh. Mimpi cukup terkait erat  dengan  mid-life. Dalam workshop ini, peserta akan dibimbing dan dilatih menafsir mimpi untuk lebih mengenal diri dalam relasi dengan Tuhan dan sesama, dengan menjadi peka terhadap pesan-pesan dari bawah sadar.
Materi  :  Mimpi itu apa?; Bahasa mimpi; Arketipe; Motif dan Lambang; Beberapa tema mimpi; Beberapa cara menafsir mimpi; Mimpi dalam Kitab Suci.
Untuk  :  Imam, Religius dan Awam
Waktu  :  12 s.d. 17 Februari 2013 (5 hari)


LOKAKARYA  “ANAK TERLUKA - ANAK AJAIB”
Workshop ini bertujuan menggali di masa kecil, mengetahui luka-luka dan    berusaha    menyembuhkannya. Lalu    anak itu akan memancarkandaya kreatif, sukacita dan gairah hidup yang menyuburkan pola berdoa, berkarya dan bergaul.
Narasumber  : Wolfgang Bock Kastawa, S.J.
Untuk      : Imam, Religius dan Awam
Waktu      : 28 Feb s.d. 5 Maret 2013 (5 hari)






LOKAKARYA “PENGOLAHAN HIDUP”
Peserta akan diajak mengolah pengalaman gelapnya bersama Tuhan sehingga diharapkan lebih mampu mengolah pengalaman gelap diri sendiri dan anak bina. Peserta akan berlatih menangani pengalaman luka batin dengan metode yang efektif dan sederhana.
Untuk  : Imam & Religius (Khusus Formator) - maksimal 10 orang
Waktu  :  Diselenggarakan 3 kali:
I.  13  s.d. 23 Maret 2013 (10 hari)
II.  10 s.d. 20 April 2013 (10 hari)
III. 16 s.d. 26 Agustus 2013 (10 hari)

Catatan  :  peserta harap membawa pakaian olahraga, crayon dan buku gambar.

RETRET TERBIMBING 8 HARI
Untuk  : Imam, Religius, Awam
Waktu  :  Diselenggarakan dalam 3 gelombang:
I.  2 s.d. 10 Mei 2013;
II.  4 s.d. 12 Agustus 2013;
III. 29 Okt s.d. 6 Nov 2013


LOKAKARYA DOA BATIN “AJARILAH KAMI BERDOA”
Gereja kita memiliki kekayaan aneka doa batin (meditasi, kontemplasi, doa Yesus, dll). Sayangnya harta melimpah ini kurang diketahui dan dipraktekkan oleh umat, juga mungkin oleh para religius.
Tujuan  : Peserta akan diajak untuk melatih aneka bentuk doa
batin tersebut di atas dan dengan itu diharapkan
mereka diperkaya hidup rohaninya. Lokakarya akan
diakhiri dengan retret hening 3 hari.
Untuk    : Imam, Religius, awam
Waktu  : 24 Mei s.d. 8 Juni 2013 (15  hari)


RETRET SEMI TERBIMBING  “YESUS PEMIMPIN SEJATI”
Tujuan  :  Peserta  akan diajak merenungkan dan merefleksikan gaya kepemimpinan Yesus. Peserta akan dibantu lewat konferensi dan refleksi tentang aneka tema kepemimpinan yang relevan dengan   gaya kepemimpinan Yesus dan GerejaNya. Paparan tentang kepemimpinan akan diberikan oleh  Bapak Dr. A.  Winoto Doeriat  (seorang pakar dan praktisi kepemimpinan dan manajemen, juga mantan frater Jesuit serta peminat dan pelaku spiritualitas Ignatian).
Diharapkan peserta akan mengalami pencerahan sehingga cara memimpin makin sesuai dengan gaya kepemimpinan Yesus sendiri.
Metode  :   Retret semi  terbimbing. Retretan akan dibantu dengan
bimbingan pribadi oleh Staf PUSPITA
Untuk  : Religius dan awam  yang punya pengalaman me-mimpin; retret ini bisa membantu para pimpinankomunitas, pimpinan karya, formator, guru, romo
paroki dll.
Waktu  : 13 s.d. 21  Juni 2013 (8 hari)



LOKAKARYA SPIRITUALITAS DAN MEDIA
Peserta dilatih untuk mengolah pengalaman rohani melalui "jalan simbolis", metode audio visual dan mengekspresikan iman secara kreatif, mempergunakan aspek-aspek seni dan audio visual. Berdasar pengalaman itu peserta dimotivasi untuk bisa menyusun program pendampingan "media dan spiritualitas" bagi kelompok yang diampu.
Narasumber   : Y. Iswarahadi, S.J., dkk
Untuk      : Imam, Religius dan Awam
Tempat  : Studio Audio Visual (SAV) Puskat
Balai Budaya Sinduharjo, Jl. Kaliurang Km 8,5,
Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.
Pendaftaran  : Hubungi langsung SAV: Bp. Tri Mulyono
HP 0821 3633 7732, E-Mail <fxtrimulyono
@gmail.com> atau <office@savpuskat.or.id>
Waktu      : 19  s.d. 24 Agustus 2013 (5 hari)


RETRET PEZIARAHAN EKOLOGIS
Retret peziarahan ekologis adalah retret yang dilatarbelakangi krisis lingkungan hidup dan diolah untuk menjawab panggilan Tuhan untuk pertobatan ekologis. Retret ini diharapkan membantu memberi dasar spiritual dan arah pastoral bagi mereka yang bergerak dalam pelayanan atau berminat dalam eko-pastoral atau pastoral merawat bumi. 
Narasumber   : Ferry Sutrisna Widjaja, Pr. dan Staf Puspita
Untuk      : Imam, Religius, Awam
Waktu      : 7 s.d. 14 September 2013 (7 hari)




   

  KURSUS PENDIDIKAN NILAI I

Program ini ditujukan bagi para pendidik yang ingin mulai belajar 
pendidikan nilai dengan mengalami sendiri proses pendidikan 
nilai, pengenalan awal berbagai model pendidikan nilai, dan 
merumuskan langkah-langkah awal untuk mulai proses 
pendidikan nilai.
Narasumber   : Ferry Sutrisna Wijaya, Pr.
Untuk      : Imam, Religius, Awam
Waktu      : 15 s.d. 19 Juli 2013 (4  hari)


LOKAKARYA PENDIDIKAN NILAI II  
Program ini diperuntukkan  bagi para pendidik yang sudah 
mempunyai pengalaman dalam menjalankan proses  pendidikan 
nilai, dengan tujuan untuk memperdalam pengenalan berbagai 
model pendidikan nilai, mempelajari berbagai strategi 
pengembangan pendidikan nilai, dan menyusun langkah-langkah 
mengembangkan program pendidikan nilai.
Narasumber   : Ferry Sutrisna Wijaya, Pr.
Untuk      : Imam, Religius, Awam
Waktu      : 22 s.d. 28 Juli 2013 (6 hari)


peserta boleh mengikuti salah  satu program saja, tetapi  sangat  dianjurkan 
mengikuti keduanya.


CV: Pastor Ferry Sutrisna Wijaya lahir 29 Ags 1961 di Bandung dan ditahbiskan
menjadi imam diosesan Keuskupan Bandung 2 Februari 1990. Ia aktif di dunia
pendidikan sejak menjadi Pengurus Yayasan Universitas Katolik Parahyangan
(1999-2005). Sejak 2002 ia ikut mengembangkan Spirit Camp yang menyediakan
berbagai program bermain di alam terbuka dan pendidikan nilai untuk
anak-anak. Ia menyelesaikan pendidikan S3 dalam bidang pendidikan umum
dengan konsentrasi pendidikan nilai dari Universitas Pendidikan Indonesia
di Bandung dengan disertasi "Pengembangan Model Eco Learning Camp (Rumah
Belajar Lingkungan Hidup) sebagai Model Pendidikan Nilai". Saat ini ia
menjadi Ketua Komisi Pendidikan Keuskupan Bandung. Ia pernah mengikuti
pelatihan Living Values Educational Program dan sedang dilatih menjadi
national trainer untuk Lions Quest. Minat utamanya adalah dalam bidang
pendidikan nilai dan pendidikan lingkungan hidup


RETRET “SUMBER AIR HIDUP”
Dalam retret ini peserta akan diajak menimba  kekayaan  rohani alm.  Anthony de Mello, S.J.  melalui salah satu bukunya “Sumber Air Hidup”. Peserta akan dibantu dengan banyak meditasi terbimbing.
Untuk      : Imam, Religius, Awam
Waktu      :  17 s.d. 24 September 2013 (7  hari)



KURSUS RESPITA  “MEMBANGUN PERADABAN HATI”
Tujuan  :  Dalam hidup yang ditandai oleh kedangkalan, yang membawa akibat dunia yang terpecah-pecah ini, Bapa Suci Benedictus XVI mengundang kita untuk membangun Peradaban Hati Kristus, tempat mem-bangun persahabatan dan persaudaraan. Kita ingin menghayati hati sebagai tempat Allah bertakhta, yang dicari oleh orang.
Materi  :  -   Spiritualitas hati “Hati Kudus Yesus”
-  Doa berdoa dari hati/Sadhana
-  Kontemplasi untuk mendapatkan cinta
Untuk  :  Imam, Religius dan Awam
Waktu  :  4  s.d. 25 Oktober 2013 (21 hari)

Catatan :  Bagi yang berminat, usai kursus  dapat  mengikuti“Retret Terbimbing  8 Hari”(29 Okt s.d. 6 Nov). Pendaftaran Retret harap dilakukan bersamaan dengan pendaftaran Kursus.

RETRET TERBIMBING 30 HARI
Untuk  :  Imam, Religius, Awam (maksimal 15 orang)
Waktu  :  10 Nov s.d. 13 Des 2013

Catatan  : Ada proses persiapan, mohon mendaftar secepatnya.

RETRET ANEKA TAREKAT
Untuk  :  Imam dan Religius
Waktu  :  15 Des s.d. 22 Des 2013 (7 hari)



Selasa, 31 Juli 2012

Buku Baru 2012

Small Mercies

Glimpses of God in Everyday Life
ISBN 978-0-8294-3695-2
5.5 x 8.5 Paperback
112 Pages

The Other Side of Chaos

Breaking Through When Life Is Breaking Down
ISBN 978-0-8294-3308-1
5 x 7 Paperback
180 Pages

Minggu, 29 Juli 2012

SEJARAH PUSPITA GIRISONTA


Pada 3 Oktober 1930, Pater Adrianus van Kalken, S.J., waktu itu Superior Regularis Misi Serikat Jesus di Jawa, meletakkan batu pertama, tanda dimulainya pembangunan Rumah Retret pertama di Jawa, tepatnya di Ungaran, daerah yang sejuk di kaki Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang. Rumah Retret yang dipersembahkan kepada Kristus Raja tersebut dibangun dengan semangat misioner dan jiwa pengabdian kepada Kristus Raja. Pada Minggu Paska 1931, di Rumah Retret Kristus Raja yang kemudian oleh masyarakat setempat dikenal sebagai ‘Giri Sonta’, artinya ‘Gunung yang Suci’kelompok retret pertama melakukan Latihan Rohani dibimbing oleh Pater Thom Verhoeven, S.J., Direktur yang pertama Rumah Retret Kristus Raja Girisonta(katalog Misi Indonesia Serikat Jesus 1932).

Fasilitas Puspita/Rumah Retret Girisonta



- Kamar Tidur (Bedrooms)
Tersedia 37 (tigapuluh tujuh) kamar tidur lengkap dengan kamar mandi di dalamnya.


- Ruang Konferensi (Conference Room)
Ruang Konferensi (Ruang Pertemuan) dapat menampung sebanyak 40 (empatpuluh) orang. Disediakan juga peralatan pendukung seperti seperti papan tulis, Oerhead Projector (OHP) dan Data Light Projector(In-Focus/LCD).

Staf Puspita

Romo Kris SJ
Romo Zahnweh SJ

Direktur          : P. Dr. Telesphorus Krispurwana Cahyadi, SJ.
Staf                :  P. Siegfried Zahnweh, SJ.
Sekretariat      :  S. Dyah Saraswati (Wati)
Perpustakaan  :  Musiyadi

Rabu, 25 Juli 2012

Selamat Datang di Puspita

Terima kasih atas kunjungan Anda di Puspita (Pusat Spiritualitas Girisonta). Puspita adalah karya pelayanan kerohanian Serikat Jesus Provinsi Indonesia bagi Gereja di Indonesia dalam bentuk retret dan kursus-kursus kerohanian. Sebagai sebuah karya kerohanian Serikat Jesus, Puspita menyelenggarakan kursus-kursus terutama bagi kaum religius melalui pedagogi Latihan Rohani (Spiritual Exercises) Santo Ignasius Loyola. Latihan Rohani gaya Ignasian ini bertujuan membantu peserta kursus dan peserta retret terbimbing dalam merefleksikan hidup berlandaskan pada spiritualitas Santo Ignasius, yaitu mengarahkan diri pada Kristus sebagai Tuhan, Penebus dan Sahabat. Dengan demikian diharapkan, peserta kursus dan retretan semakin menjiwai hidup dan karya mereka dalam kenyataan sehari-hari selaras dengan panggilan, bakat dan kemampuan masing-masing. Ad Maiorem Dei Gloriam!