Pada 3 Oktober 1930, Pater Adrianus van Kalken, S.J., waktu itu Superior Regularis Misi Serikat Jesus di Jawa, meletakkan batu pertama, tanda dimulainya pembangunan Rumah Retret pertama di Jawa, tepatnya di Ungaran, daerah yang sejuk di kaki Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang. Rumah Retret yang dipersembahkan kepada Kristus Raja tersebut dibangun dengan semangat misioner dan jiwa pengabdian kepada Kristus Raja. Pada Minggu Paska 1931, di Rumah Retret Kristus Raja yang kemudian oleh masyarakat setempat dikenal sebagai ‘Giri Sonta’, artinya ‘Gunung yang Suci’, kelompok retret pertama melakukan Latihan Rohani dibimbing oleh Pater Thom Verhoeven, S.J., Direktur yang pertama Rumah Retret Kristus Raja Girisonta(katalog Misi Indonesia Serikat Jesus 1932).
Tampilkan postingan dengan label rumah retret. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumah retret. Tampilkan semua postingan
Minggu, 29 Juli 2012
Fasilitas Puspita/Rumah Retret Girisonta
- Kamar Tidur (Bedrooms)
Tersedia 37 (tigapuluh tujuh) kamar tidur lengkap dengan kamar mandi di dalamnya.
- Ruang Konferensi (Conference Room)
Ruang Konferensi (Ruang Pertemuan) dapat menampung sebanyak 40 (empatpuluh) orang. Disediakan juga peralatan pendukung seperti seperti papan tulis, Oerhead Projector (OHP) dan Data Light Projector(In-Focus/LCD).
dalam kategori:
fasilitas,
puspita,
retret,
rumah retret
Rabu, 25 Juli 2012
Selamat Datang di Puspita
Terima kasih atas kunjungan Anda di Puspita (Pusat Spiritualitas Girisonta). Puspita adalah karya pelayanan kerohanian Serikat Jesus Provinsi Indonesia
bagi Gereja di Indonesia dalam bentuk retret dan kursus-kursus
kerohanian. Sebagai sebuah karya kerohanian Serikat Jesus, Puspita
menyelenggarakan kursus-kursus terutama bagi kaum religius melalui
pedagogi Latihan Rohani (Spiritual Exercises) Santo Ignasius
Loyola. Latihan Rohani gaya Ignasian ini bertujuan membantu peserta
kursus dan peserta retret terbimbing dalam merefleksikan hidup
berlandaskan pada spiritualitas Santo Ignasius, yaitu mengarahkan diri
pada Kristus sebagai Tuhan, Penebus dan Sahabat. Dengan demikian
diharapkan, peserta kursus dan retretan semakin menjiwai hidup dan karya
mereka dalam kenyataan sehari-hari selaras dengan panggilan, bakat dan
kemampuan masing-masing. Ad Maiorem Dei Gloriam!
dalam kategori:
puspita,
rumah retret,
spiritualitas
Langganan:
Postingan (Atom)
